HomeAbout UsArticlesNewsWhy Helmig's?ProductsBuy / OrderOur PartnerContact UsFAQ


Beberapa fungsi diantaranya adalah :
  1. Mengubah racun, residu obat, alkohol dan bahan berbahaya yang diproduksi oleh tubuh menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain untuk dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Banyak jenis obat harus di cerna didalam hati sebelum berfungsi sempurna.
  2. Memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin (substansi yang membawa oksigen di dalam sel darah merah) menjadi bile, untuk kemudian disalurkan kedalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Bila dibutuhkan, bile ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu emulsi lipid serta menyerap vitamin yang dibutuhkan dari konsumsi makanan.
  3. Memproduksi, menyimpan dan mengedarkan glukosa untuk seluruh bagian tubuh. Disamping juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah dan memproduksinya sebanyak dibutuhkan.
  4. Mengolah protein, sebagaimana yang dibutuhkan untuk memproduksi kadar kekentalan darah, untuk mengirimkan zat gizi ke organ lainnya dan sebagian lagi berfungsi untuk memproduksi daya tahan tubuh
  5. Mengubah racun, residu obat, alkohol dan bahan berbahaya yang diproduksi oleh tubuh menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain untuk dikeluarkan melalui ginjal dan usus. Banyak jenis obat harus di cerna didalam hati sebelum berfungsi sempurna.
  6. Memecah sel darah merah yang sudah tua dan mengubah hemoglobin (substansi yang membawa oksigen di dalam sel darah merah) menjadi bile, untuk kemudian disalurkan kedalam kantung empedu untuk keperluan selanjutnya. Bila dibutuhkan, bile ini akan dikeluarkan melalui usus untuk membantu emulsi lipid serta menyerap vitamin yang dibutuhkan dari konsumsi makanan.
  7. Memproduksi, menyimpan dan mengedarkan glukosa untuk seluruh bagian tubuh. Disamping juga mengawasi kadar kolesterol dalam darah, mengolah dan memproduksinya sebanyak dibutuhkan.
  8. Mengolah protein, sebagaimana yang dibutuhkan untuk memproduksi kadar kekentalan darah, untuk mengirimkan zat gizi ke organ lainnya dan sebagian lagi berfungsi untuk memproduksi daya tahan tubuh atas infeksi.

Fungsi lainnya adalah :
  1. Memproses karbohidrat, lemak, protein dan alkohol.
  2. Mencerna dan memproduksi bilirubin (dari sel darah merah), kolesterol, hormon dan obat.

Sel-sel hati memiliki kemampuan regenerasi yang mengagumkan. Dalam 3 kali 24 jam setelah transplantasi, organ hati (liver) telah dapat pulih. Namun jika hati mengalami kerusakan yang terus-menerus atau berulang-ulang maka akan terbentuk banyak jaringan ikat yang akan mengacaukan struktur hati, yaitu suatu keadaan yang dikenal sebagai sirosis (cirrhosis) atau pengerasan hati. Jika sirosis (cirrhosis) telah terjadi maka terganggulah seluruh fungsi hati yang penting untuk kehidupan.

Sayangnya, deteksi kerusakan hati ini sulit karena harus melalui tes laboratorium, sehingga gejala kerusakan umumnya baru dapat dirasakan bila kerusakan hati sudah mencapai sekitar 80 %, dimana pada kondisi ini hati sudah tidak dapat diobati lagi. Oleh karena itu, penyakit hati sering dinamakan "silent killer" karena tahap kerusakannya tidak menunjukkan gejala sampai benar-benar tidak dapat diobati.


Beberapa gangguan dan penyakit hati yang sering dijumpai antara lain:
  1. Penyakit hati karena infeksi. Misalnya Hepatitis oleh virus) yaitu ditularkan melalui makanan & minuman yang terkontaminasi, suntikan, tato, tusukan jarum yang terkontaminasi, kegiatan seksual, dan lain-lain.
  2. Penyakit hati karena racun (misalnya karena alkohol atau obat tertentu). Alkohol bersifat toksik tehadap hati. Adanya penimbunan obat dalam hati (seperti Acetaminophen) maupun gangguan pada metabolisme obat dapat menyebabkan penyakit hati.
  3. Genetika atau keturunan (misalnya hemochromatosis).
  4. Gangguan imun (misalnya Hepatitis autoimun). Penyakit autoimun merupakan penyakit yang ditimbulkan karena adanya perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri. Pada hepatitis autoimun umunya yang dilawan adalah sel-sel hati, sehingga terjadi peradangan yang kronis.
  5. Kanker (misalnya Hepatocellular Carcinoma). Kanker hati dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya aflatoxin, polyvinyl chloride (bahan pembuat plastik),virus, dll. Aflatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat mengkontaminasi makanan selama penyimpanan, seperti kacang-kacangan, padi & singkong terutama pada daerah tropis. Penyakit Hepatitis B dan C maupun sirosis hati pun dapat berkembang menjadi kanker hati.

Sumber:
  • http://hepatitis.roche.co.id/content1.php
  • http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=1264


Pelajari lebih lanjut tentang Penyakit Hati, Sirosis, Pelemakan Hati, dan Fibrosis Hati:










© 2005-2017 PT. HELMIGS PRIMA SEJAHETERA. ALL RIGHTS RESERVED.